Ada masa dalam hidup ini ketika sholat terasa sangat berat. Bukan karena tidak tahu kewajibannya, tapi karena kosong saat melakukannya. Aku sholat dengan malas. Bahkan sering meninggalkannya. Di dalam kepala, muncul pertanyaan yang diam-diam berbahaya: "Buat apa sholat?" Pertanyaan itu tidak selalu diucapkan. Ia hadir pelan, tapi menggerogoti. Aku tahu sholat itu perintah. Aku tahu sholat itu tiang agama. Tapi mengetahui tidak selalu membuat hati bergerak. Aku sempat membeli buku. Tentang rahasia sholat Khusyuk. Tentang alasan mengapa kita harus sholat. Kubaca, kupahami, tapi tetap saja... kaki tidak melangkah, hati tidak tergerak. Sholat tetap terasa sebagai beban. Bukan kebutuhan. Sampai suatu hari, aku menonton sebuah Youtube Short Cuplikannya singkat. Mbah Moen menjelaskan tentang sujud. Beliau mengatakan sujud itu ada 8 yaitu 7 +1 yang terdiri dari 1. Kening 2 dan 3 Telapak tangan 4 dan 5 Lutut 6 dan 7 Telapak kaki Dan 8 nya Hati Di titik itu, aku menangis. Bukan karena ...
Surah An-Naba, Ayat 1-5 بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ عَمَّ يَتَسَاۤءَلُوْنَۚ ?Tentang apakah mereka saling bertanya عَنِ النَّبَاِ الْعَظِيْمِۙ Tentang berita yang besar (hari Kebangkitan) الَّذِيْ هُمْ فِيْهِ مُخْتَلِفُوْنَۗ yang dalam hal itu mereka berselisih كَلَّا سَيَعْلَمُوْنَۙ Sekali-kali tidak! Kelak mereka akan mengetahui ثُمَّ كَلَّا سَيَعْلَمُوْنَ Sekali lagi, tidak! Kelak mereka akan mengetahui Takwil firman Allah : "Tentang apakah mereka saling bertanya-tanya? Tentang berita yang besar, yang mereka perselisihkan tentang ini. Sekali-kali tidak; kelak mereka akan mengetahui, kemudian sekali-kali tidak; kelak mereka akan mengetahui." Maksudnya adalah , apakah orang-orang musyrik Quraisy saling bertanya-tanya berkenaan dengan Allah dan Rasul-Nya, hai Muhammad? Pertanyaan tersebut dilontarkan kepada beliau SAW, sebab orang-orang Quraisy saling berselisih dan berdebat tentang pengakuan beliau akan kenabiannya, pembenaran tenatnag apa-apa yang ...