Skip to main content

Tafsir Surah An-Naba [78] Ayat 1-5 (Ath-Thabari)

Surah An-Naba, Ayat 1-5


 بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ


عَمَّ يَتَسَاۤءَلُوْنَۚ 

  ?Tentang apakah mereka saling bertanya


عَنِ النَّبَاِ الْعَظِيْمِۙ

 Tentang berita yang besar (hari Kebangkitan)


الَّذِيْ هُمْ فِيْهِ مُخْتَلِفُوْنَۗ

yang dalam hal itu mereka berselisih


كَلَّا سَيَعْلَمُوْنَۙ

Sekali-kali tidak! Kelak mereka akan mengetahui


ثُمَّ كَلَّا سَيَعْلَمُوْنَ

Sekali lagi, tidak! Kelak mereka akan mengetahui


Takwil firman Allah :

"Tentang apakah mereka saling bertanya-tanya? Tentang berita yang besar, yang mereka perselisihkan tentang ini. Sekali-kali tidak; kelak mereka akan mengetahui, kemudian sekali-kali tidak; kelak mereka akan mengetahui."

Maksudnya adalah , apakah orang-orang musyrik Quraisy saling bertanya-tanya berkenaan dengan Allah dan Rasul-Nya, hai Muhammad?

Pertanyaan tersebut dilontarkan kepada beliau SAW, sebab orang-orang Quraisy saling berselisih dan berdebat tentang pengakuan beliau akan kenabiannya, pembenaran tenatnag apa-apa yang dibawakannya dari sisi Allah, serta keimanan kepada kebangkitan kembali setelah mati. Oleh karena itu, Allah berfirman kepada Nabi-Nya, fii maa yatasaa'al haa'ulaa' al qaum wa yakhtashimuun? (tentang apakah orang-orang itu saling bertanya-tanya dan saling berdebat?)

Kata bantu فِي dan عَنْ di sini artinya sama.

Riwayat yang sesuai dengan makna tersebut adalah :

36140. Abu Kuraib menceritakan kepada kami, ia berkata: Waki bin Al Jarrah menceritakan kepada kami dari Mis'ar, dari Muhammad bin Jahadah, dari Al Hasan, ia berkata, "Ketika Nabi SAW diutus, mereka saling bertanya-tanya di antara mereka sendiri, maka Allah menurunkan ayat, عَمَّ يَتَسَاۤءَلُوْنَۚ , عَنِ النَّبَاِ الْعَظِيْمِۙ , 'Tentang apakah mereka saling bertanya-tanya? Tentang berita yang besar'. Maksudnya adalah al khabar al 'azhiim (berita yang besar).

Abu Ja'far berkata: Allah mengabarkan kepada Nabi-Nya SAW tentang hal yang mereka saling bertanya-tanya, عَنِ النَّبَاِ الْعَظِيْمِۙ "Tentang berita yang besar," yakni 'an al khabar al 'azhiim (tentang berita yang besar).

Para ahli tafsir berbeda pendapat mengenai makna "berita yang besar" ini.

Sebagian berpendapat bahwa itu adalah Al Qur'an. Mereka yang berpendapat demikian menyebutkan riwayat berikut ini:

36141. Muhammad bin Amr menceritakan kepadaku, ia berkata: Abu Ashim menceritakan kepadaku, ia berkata: Isa menceritakan kepada kami, Al Harits menceritakan kepadaku, ia berkata: Al Hasan menceritakan kepada kami, ia berkata: Warqa menceritakan kepada kami dari Ibnu Abi Najih, dari Mujahid, mengenai firman Allah, عَنِ النَّبَاِ الْعَظِيْمِۙ "Tentang berita yang besar," ia berkata, "(Maksudnya adalah) Al-Qur'an."

Ada yang berpendapat bahwa maksudnya adalah kebangkitan kembali setelah mati. Mereka yang berpendapat demikian menyebutkan riwayat-riwayat berikut ini:

36142. Bisyr menceritakan kepada kami, ia berkata: Yazid menceritakan kepada kami, ia berkata: Sa'id menceritakan kepada kami dari Qatadah, mengenai firman-Nya, عَنِ النَّبَاِ الْعَظِيْمِۙ "Tentang berita yang besar," ia berkata, "Maksudnya adalah kebangkitan kembali setelah mati."

36143. Ibnu Humaid menceritakan kepada kami, ia berkata: Mahran menceritakan kepada kami dari Sufyan, dari Sa'id, dari Qatadah, mengenai ayat,  عَنِ النَّبَاِ الْعَظِيْمِۙ "Tentang berita yang besar," ia berkata, "Berita yang besar itu adalah kebangkitan kembali setelah mati."

36144. Yunus menceritakan kepadaku, ia berkata: Ibnu Wahb mengabarkan kepada kami, ia berkata: Ibnu Zaid berkata mengenai firman-Nya, عَمَّ يَتَسَاۤءَلُوْنَۚ , عَنِ النَّبَاِ الْعَظِيْمِۙ , الَّذِيْ هُمْ فِيْهِ مُخْتَلِفُوْنَۗ , "Tentang apakah mereka saling bertanya-tanya? Tentang berita yang besar, yang mereka perselisihkan tentang ini," ia berkata, "(Maksudnya adalah) Hari Kiamat."

Lebih jauh ia berkata, "Mereka berkata, 'Inilah hari yang kalian nyatakan, bahwa kita dan nenek moyang kita akan hidup'."

Ia juga berkata, "Mereka berselisih tentang itu, mereka tidak mempercayai itu, maka Allah berfirman, قُلْ هُوَ نَبَأٌ عَظِيْمٌ ۙ٦٧ , أَنْتُمْ عَنْهُ مُعْرِضُوْنَ ٦٨  'Katakanlah, "Berita itu adalah berita yang benar, yang kamu berpaling daripadanya". (Qs. Shaad [38]: 67-68) (Maksudnya adalah) Hari Kiamat, yang tidak mereka percayai.

Sebagian ahli bahasa Arab mengatakan bahwa maknanya adalah, tentang apa yang diperbincangkan oleh orang-orang Quraisy berkenaan dengan Al-Qur'an? Allah lalu menjawab, sehingga menjadi عَمَّ  "Tentang apakah" Seolah-olah ini bermakna, untuk apa mereka saling bertanya mengenai Al-Qur'an.

Allah kemudian mengabarkan dengan berfirman الَّذِيْ هُمْ فِيْهِ مُخْتَلِفُوْنَۗ "Yang mereka perselisihkan tentang ini," (yakni) antara yang membenarkan dengan yang mendustakan. Itulah perselisihan mereka, Serta firman-Nya, الَّذِيْ هُمْ فِيْهِ مُخْتَلِفُوْنَۗ "Yang mereka perselisihkan tentang ini," Maksudnya adalah, saling bertanya mereka adalah tentang berita yang sifatnya seperti ini.

Pendapat kami dalam hal ini sesuai dengan pernyataan para ahli tafsir. Mereka yang berpendapat demikian menyebutkan riwayat-riwayat berikut ini:

36145. Ibnu Humaid menceritakan kepada kami, ia berkata: Mahran menceritakan kepada kami dari Sa'id, dari Qatadah, tentang ayat,  الَّذِيْ هُمْ فِيْهِ مُخْتَلِفُوْنَۗ  "Yang mereka perselisihkan tentang ini" ia berkata, "Maksudnya adalah kebangkitan kembali setelah mati, lalu orang-orang terbagi menjadi dua golongan, yaitu yang membenarkan dan yang mendustakan. Adapun tentang kematian, mereka semua mempercayai keberadaannya karena mereka menyaksikannya, namun mereka berselisih tentang adanya kebangkitan kembali setelah kematian.

Firman-Nya,  كَلَّا "Sekali-kali tidak" merupakan pernyataan orang-orang musyrik yang mengingkari bahwa Allah akan membangkitkan mereka kembali setelah mereka mati, dan Allah Yang Maha Suci mengancam mereka akibat pernyataan mereka itu. سَيَعْلَمُونَ "Kelak mereka akan mengetahui." Orang-orang kafir yang mengingkari hal-hal yang telah dijanjikan Allah kepada musuh-musuhnya kelak akan mengetahui apa yang akan dilakukan Allah terhadap mereka pada Hari Kiamat.

36148. Ibnu Humaid menceritakan kepada kami, ia berkata: Mahran menceritakan kepada kami dari Sufyan, dari Tsabit, dari Adh-Dhahhak, tentang ayat كَلَّاسَيَعْلَمُونَ "Sekali-kali tidak, kelak mereka akan mengetahui" ia berkata, "(Maksudnya adalah) orang-orang kafir.
ثُمَّ كَلاَّ سَيَعْلَمُونَ 'Kemudian sekali-kali tidak, kelak mereka akan mengetahui' (Maksudnya adalah) [orang-orang beriman].


(Tafsir Ath-Thabari)

Comments

Popular posts from this blog

Ketika Sholat Dilakukan Tanpa Hati

Ada masa dalam hidup ini ketika sholat terasa sangat berat. Bukan karena tidak tahu kewajibannya, tapi karena kosong saat melakukannya. Aku sholat dengan malas. Bahkan sering meninggalkannya. Di dalam kepala, muncul pertanyaan yang diam-diam berbahaya: "Buat apa sholat?" Pertanyaan itu tidak selalu diucapkan. Ia hadir pelan, tapi menggerogoti. Aku tahu sholat itu perintah. Aku tahu sholat itu tiang agama. Tapi mengetahui tidak selalu membuat hati bergerak. Aku sempat membeli buku. Tentang rahasia sholat Khusyuk. Tentang alasan mengapa kita harus sholat. Kubaca, kupahami, tapi tetap saja... kaki tidak melangkah, hati tidak tergerak. Sholat tetap terasa sebagai beban. Bukan kebutuhan. Sampai suatu hari, aku menonton sebuah Youtube Short Cuplikannya singkat. Mbah Moen menjelaskan tentang sujud. Beliau mengatakan sujud itu ada 8 yaitu 7 +1 yang terdiri dari 1. Kening 2 dan 3 Telapak tangan 4 dan 5 Lutut 6 dan 7 Telapak kaki Dan 8 nya Hati Di titik itu, aku menangis. Bukan karena ...

Abu Lahab akan binasa : Surat Al-lahab ayat 1-5

Surah Al-Lahab Makkiyah · 5 ayat   بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ تَبَّتْ يَدَا اَبِيْ لَهَبٍ وَّتَبَّ 1. Binasalah kedua tangan Abu Lahab dan benar-benar binasa dia. مَا اَغْنٰى عَنْهُ مَا لُهٗ وَمَا كَسَبَ 2.  Tidaklah berguna baginya hartanya dan apa yang dia usahakan. سَيَصْلٰى نَارًاذَاتَ لَهَبٍ 3.  Kelak dia akan memasuki api yang bergejolak (neraka), وَّامْرَاَتُهٗۗ حَمَّا لَةَ الْحَطَبِ 4. (begitu pula) istrinya, pembawa kayu bakar (penyebar fitnah). فِيْ جِيْدِهَا حَبْلٌ مِّنْ مَّسَدٍ 5.  Di lehernya ada tali dari sabut yang dipintal. Dari Tafsir Ath-Thabari halaman 1067 Yunus, menceritakan kepadaku, ia berkata: Ibnu Wahb mengabarkan kepada kami, ia berkata: Ibnu Zaid berbicara tentang firman Allah, "Binasalah kedua tangan Abu Lahab dan sesungguhnya dia akan binasa,"  bahwa at-tabb adalah al khusraan yaitu "kerugian".  Abu Lahab berkata kepada Nabi SAW, 'Hai Muhammad, apa yang akan diberikan kepadaku bila aku berimana kepadamua?' Beliau men...

Mengapa kita harus Sholat ??

Dalam buku Rahasia Shalat Khusyuk oleh Marfu' Muhyiddin Ilyas ada 3 jawaban untuk pertanyaan ini, yaitu : Karena Shalat sangat penting untuk kehidupan kita. Karena Shalat sangat nikmat dan indah untuk dilakukan. Karena bila ditinggalkan bahayanya teramat besar untuk kita hadapi. note: Shalat sangat penting untuk kehidupan kita Ada 10 alasan mengapa Shalat menjadi sangat penting bagi setiap muslim; Shalat adalah Rukun Islam Shalat adalah Ibadah yang Diperintahkan oleh Allah SWT secara langsung (Isra' Mi'raj) Shalat adalah Kewajiban yang paling banyak disebut di dalam Al-Qur'an Shalat adalah Faktor pembeda antara Mukmin dan Kafir Shalat adalah Ibadah yang pertama kali dihisab Shalat Wajib Dilakukan dalam keadaan apa pun sesuai ajaran Rasulullah SAW Shalat Wajib Dilakukan meskipun tidak ada alat bersuci Shalat Wajib Diperintahkan kepada anak kecil yang belum diwajibkan Shalat Shalat Merangkum seluruh Rukun Islam Shalat melibatkan seluruh anggota bad...