Surah Al-Lahab
Makkiyah · 5 ayatبِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
تَبَّتْ يَدَا اَبِيْ لَهَبٍ وَّتَبَّ1. Binasalah kedua tangan Abu Lahab dan benar-benar binasa dia.
مَا اَغْنٰى عَنْهُ مَا لُهٗ وَمَا كَسَبَ2. Tidaklah berguna baginya hartanya dan apa yang dia usahakan.
سَيَصْلٰى نَارًاذَاتَ لَهَبٍ3. Kelak dia akan memasuki api yang bergejolak (neraka),
وَّامْرَاَتُهٗۗ حَمَّا لَةَ الْحَطَبِ4. (begitu pula) istrinya, pembawa kayu bakar (penyebar fitnah).
فِيْ جِيْدِهَا حَبْلٌ مِّنْ مَّسَدٍ5. Di lehernya ada tali dari sabut yang dipintal.
Dari Tafsir Ath-Thabarihalaman 1067Yunus, menceritakan kepadaku, ia berkata: Ibnu Wahb mengabarkan kepada kami, ia berkata: Ibnu Zaid berbicara tentang firman Allah, "Binasalah kedua tangan Abu Lahab dan sesungguhnya dia akan binasa," bahwa at-tabb adalah al khusraan yaitu "kerugian". Abu Lahab berkata kepada Nabi SAW, 'Hai Muhammad, apa yang akan diberikan kepadaku bila aku berimana kepadamua?' Beliau menjawab,'Sebagaimana diberikan kepada kaum muslimin'.Abu Lahab bertanya lagi, 'Tidak adakah kelebihan untukku dibanding mereka?'Beliau balik bertanya, 'Memangnya apa yang kau inginkan?'Abu Lahab berkata, 'Sungguh, agama ini benar-benar telah binasa bila ternyata aku sama dengan mereka'Allah pun menurunkan ayat, "Binasalah kedua tangan Abu Lahab", karena apa yang telah dilakukan.
Pendapat lain menyebutkan bahwa surat ini diturunkan berkenaan dengan Abu Lahab, karena ketika Nabi SAW mengkhususkan seruannya kepada kerabat-kerabat terdekat, yaitu setelah diturunkannya ayat, "Dan berilah peringatan kepada kerabat-kerabatmu yang terdekat." (Qs. Asy-Syu'araa [26]: 214) dan Beliau mengumpulkan mereka untuk menyampaikan seruan tersebut, Abu Lahab berkata kepada beliau, 'Binasalah engkau sepanjang hari ini. Hanya untuk inikah kau mengundang kami?'
Firman-Nya, "Tidaklah berfaedah kepadanya harta bendanya dan apa yang ia usahakan," maksudnya adalah, harta bendanya tidak berguna baginya dan tidak dapat mencegah kemurkaan Allah terhadapnya, "dan apa yang ia usahakan" adalah anak-anaknya.Al Hasan bin Daud bin Muhammad Al Munkadir menceritakan kepada kami, ia berkata: Abdurrazzaq menceritakan kepada kami dari Ma'mar, dari Ibnu Khutsaim, dari Abu Ath-Thufail, ia berkata, "Bani Abi Lahab mendatangi Ibnu Abbas, lalu mereka bertengkar tentang perkara Ka'bah. Ibnu Abbas pun berdiri untuk menengahi mereka, namun ia dihalangi dan didorong hingga terjerambah ke tempat tidur, lalu ia pun marah dan berkata, 'Keluarkan orang-orang dari hasil usaha yang buruk ini dari tempatku'.
Firman-Nya, "Kelak dia akan masuk ke dalam api yang bergejolak," maksudnya adalah, kelak Abu Lahab akan masuk ke dalam api yang bergejolak.
Firman-Nya, "Dan (begitu pula) istrinya, pembawa kayu bakar," maksudnya adalah, kelak Abu Lahab dan istrinya, pembawa kayu bakar, akan masuk ke dalam api yang bergejolak.Para ahli tafsir berbeda pendapat mengenai makna "pembawa kayu bakar"Sebagian berkata, "Istrinya datang dengan membawa duri, lalu melemparkannya ke jalanan Rasulullah SAW agar kaki beliau tertusuk duri itu ketika pergi shalat."Muhammad bin Sa'd menceritakan kepadaku, ia berkata: Ayahku menceritakan kepadaku, ia berkata: Pamanku menceritakan kepadaku, ia berkata: Ayahku menceritakan kepadaku dari ayahnya, dari Ibnu Abbas, mengenai firman-Nya, "Dan (begitu pula) istrinya, pembawa kayu bakar," ia berkata, "Ia membawakan duri, lalu melemparkannya ke jalanan Rasulullah SAW agar dapat menyakiti beliau dan para sahabatnya."
Ada yang mengatakan bahwa wanita itu disebut "pembawa kayu bakar" karena ia membakar perkataan, berjalan kesana kemari menyebarkan provokasi dan mencela Rasulullah SAW dengan kefakiran.Ibnu Basysyar menceritakan kepada kami, ia berkata: Abdurrahman menceritakan kepada kami, ia berkata: Sufyan menceritakan kepada kami dari Ibnu Abi Najih, dari Mujahid, mengenai firman-Nya, "Dan (begitu pula) istrinya, pembawa kayu bakar," ia berkata, "Ia berjalan menyebarkan provokasi."
Dan menurut Ath-Thabari, pendapat yang lebih tepat di antara kedua pendapat tersebut adalah pendapat yang menyatakan bahwa wanita itu membawa duri lalu menyebarkannya di jalanan Rasulullah SAW.Ibnu Humaid menceritakan kepada kami, ia berkata: Mahran menceritakan kepada kami dari Isa bin Yazid, dari Ibnu Ishaq, dari Yazid bin Zaid, ia berkata, "Ketika diturunkannya ayat, 'Binasalahkedua tangan Abu Lahab dan sesungguhnya dia kan binasa', sampai kepada istrinya Abu Lahab bahwa Nabi SAW telah mencelanya, maka ia bertanya, 'Tenyang apa ia mencelaku? Apakah menurut kalian aku ini memang seperti yang dikatakan oleh Muhammad, membawa kayu bakar, yang lehernya terdapat tali dari sabut?' Ia lalu diam, kemudian mendatangi beliau dan berkata, 'Sesungguhnya Tuhanmu telah membenci dan meninggalkanmu'.Allah lalu menurunkan ayat, "Demi waktu matahari sepenggalan naik, dan demi malam apabila telah sunyi, Rabbmu tiada meninggalkan kamu dan tiada (pula) benci kepadamu". (Qs. Adh-Dhuhaa [93]: 1-3)
Firman-Nya, "Yang di lehernya ada tali dari sabut," maksudnya adalah, di lehernya. Orang Arab biasa menyebut leher dengan jiid.Yunus menceritakan kepadaku, ia berkata: Ibnu Wahb mengabarkan kepada kami, ia berkata: Ibnu Zaid berkata mengenai firman-Nya, "Yang di lehernya ada tali" ia berkata, "(Maksudnya adalah) pada lehernya.
kalung di leher istrinya Abu Lahab, dipilin dari berbagai bahan, yaitu sabut, besi, dan serabut. bahkan di lehernya terdapat tali kekang seperti kalung siput.
Comments
Post a Comment