Allah tidak akan menguji dedaunan dengan angin yang menerpa akar.
Kedudukan bersanding dengan Pujian, rumus fisikanya F=V (F berbanding lurus dengan V) artinya Gaya berbanding lurus dengan tekanan. Semakin orang banyak gaya, semakin tertekan hidupnya.
Rumus ini kalo kita turunkan lewat ayat :
"Apakah anda akan duga begitu mudah masuk surga? Sementara Allah belum menguji anda, seperti orang dulu yang dijamin surga, mendapati ujian".
Apa jenis ujiannya?
Ujian pertama disebut dengan ba'sa (masih ringan)
misal : jarang ke masjid sekarang ke masjid, begitu anda ke masjid, Allah kasih ujian sesuai dengan kadar ke imanan antum. kalo antum belum lulus yang di sini, maka akan terus di uji disini sampai lulus. Antum mau berangkat ke Masjid, tiba-tiba gag jadi karena gerimis, trus istri antum nanya:
I : "kok gag ke masjid pah?"
A : "hujan mah"
I : "kan cuma gerimis"
A : "takut riya'
Masya Allah... padahal antum misalnya belum kuat untuk berangkat, maka antum akan tetap di uji di sini.
rumusnya : Q.S 2 ayat 286
"Allah tidak akan pernah menguji seorang hamba diluar kadar kemampuannya"
jadi kalo kadar keimanan antum ringan, diberikan ujian yang ringan
kalo keimanannya menengah, diberikan ujian yang menengah
dan kalo antum naik level yang tinggi, diberi ujiannya yang berat.
Ujian menengah disebut dengan dho'run (sudah menyakiti fisik)
duuuuh sudah berubah yaa..
sekarang jilbabnya sudah panjang...
duuuuh semakin panjang yaa, mau nyaingin badman yaa..
begitu sudah pakai cadar... ninjaaa yaa...
ketika ada celaan yang menghujam dalam lisan seseorang, sehingga menyakiti. Itulah pengakuan dari Allah lewat lisan orang itu, bahwa keimanan anda sedang diangkat ke yang lebih tinggi keimanannya.
Terakhir, Zilzan (gempa/goyang) jadi ada ujian yang menggoyangkan diri kita, membuat gempa hati kita. antum sudah gag kuat, kadang jalan sempoyongan, padahal tidak ada gempa di luar. cuma hati kita seperti ada goncangan. diserang sana, serang sini, gag bisa tidur, gag bisa makan, ini susah, itu susah.
Sampai-sampai Rasulullah, orang-orang beriman dan orang-orang setelahnya bisa mengatakan kapaaaan ini berakhir.
akan tiba masa anda mengalami situasi, anda akan berkata kapan berakhirnya situasi yang seperti ini.
Jika anda berada dalam level ini, saya ucapkan selamat kepada anda, karena anda akan di angkat pada kedudukan tertinggi dari sekian ujian yang ada.
Kalo di antara anda ada yang punya masalah yang berat, membuat hati anda goyah, saya ucapkan kepada anda :
"dari sekian hamba Allah di muka bumi, cuma anda yang diberikan itu"
artinya: Allah akan mengangkat derajat anda, ayo bahagia, dan yakinlah bukan orang lain yang di titipkan, andalah yang diberikan. Allah percaya kepada anda, kenapa anda tidak yakin?
mustahil Allah memberikan ujian berat kalo anda tidak sanggup.
karena cuma anda yang sanggup makanya anda yang dikasih.
maka anda jangan mengeluh.
jangan katakan yaa Allah.. kenapa saya yaa Allah...
kata Allah, why not? kamu yang bisa, yang lain tidak.
tanpa harus menuliskan status: "memang saya yang sanggup"
ooooh... Masya Allah... gag usah...
Allah itu punya sifat adil, tidak mungkin menukar sesuatu di luar kadarnya.
anda tahu cicak?
dimana keadilan Allah, menjadikan makhluk merayap makanannya terbang.
pada lagu cicak2 di dinding, cicak merayap - nyamuk datang.
jadi hukum Allah jika kita patuhi adalah nikmat kehidupan.
Bahasan nabi Yu'kub a.s kepada nabi Yusuf a.s harus ada persiapan untuk mengatasi itu semua.
Buat pemetaan-pemetaan untuk itu semua.
anda harus punya persiapan.
Al-Baqarah ayat 214 dan Ali-Imran 142
Kedudukan bersanding dengan Pujian, rumus fisikanya F=V (F berbanding lurus dengan V) artinya Gaya berbanding lurus dengan tekanan. Semakin orang banyak gaya, semakin tertekan hidupnya.
Rumus ini kalo kita turunkan lewat ayat :
"Apakah anda akan duga begitu mudah masuk surga? Sementara Allah belum menguji anda, seperti orang dulu yang dijamin surga, mendapati ujian".
Apa jenis ujiannya?
Ujian pertama disebut dengan ba'sa (masih ringan)
misal : jarang ke masjid sekarang ke masjid, begitu anda ke masjid, Allah kasih ujian sesuai dengan kadar ke imanan antum. kalo antum belum lulus yang di sini, maka akan terus di uji disini sampai lulus. Antum mau berangkat ke Masjid, tiba-tiba gag jadi karena gerimis, trus istri antum nanya:
I : "kok gag ke masjid pah?"
A : "hujan mah"
I : "kan cuma gerimis"
A : "takut riya'
Masya Allah... padahal antum misalnya belum kuat untuk berangkat, maka antum akan tetap di uji di sini.
rumusnya : Q.S 2 ayat 286
"Allah tidak akan pernah menguji seorang hamba diluar kadar kemampuannya"
jadi kalo kadar keimanan antum ringan, diberikan ujian yang ringan
kalo keimanannya menengah, diberikan ujian yang menengah
dan kalo antum naik level yang tinggi, diberi ujiannya yang berat.
Ujian menengah disebut dengan dho'run (sudah menyakiti fisik)
duuuuh sudah berubah yaa..
sekarang jilbabnya sudah panjang...
duuuuh semakin panjang yaa, mau nyaingin badman yaa..
begitu sudah pakai cadar... ninjaaa yaa...
ketika ada celaan yang menghujam dalam lisan seseorang, sehingga menyakiti. Itulah pengakuan dari Allah lewat lisan orang itu, bahwa keimanan anda sedang diangkat ke yang lebih tinggi keimanannya.
Terakhir, Zilzan (gempa/goyang) jadi ada ujian yang menggoyangkan diri kita, membuat gempa hati kita. antum sudah gag kuat, kadang jalan sempoyongan, padahal tidak ada gempa di luar. cuma hati kita seperti ada goncangan. diserang sana, serang sini, gag bisa tidur, gag bisa makan, ini susah, itu susah.
Sampai-sampai Rasulullah, orang-orang beriman dan orang-orang setelahnya bisa mengatakan kapaaaan ini berakhir.
akan tiba masa anda mengalami situasi, anda akan berkata kapan berakhirnya situasi yang seperti ini.
Jika anda berada dalam level ini, saya ucapkan selamat kepada anda, karena anda akan di angkat pada kedudukan tertinggi dari sekian ujian yang ada.
Kalo di antara anda ada yang punya masalah yang berat, membuat hati anda goyah, saya ucapkan kepada anda :
"dari sekian hamba Allah di muka bumi, cuma anda yang diberikan itu"
artinya: Allah akan mengangkat derajat anda, ayo bahagia, dan yakinlah bukan orang lain yang di titipkan, andalah yang diberikan. Allah percaya kepada anda, kenapa anda tidak yakin?
mustahil Allah memberikan ujian berat kalo anda tidak sanggup.
karena cuma anda yang sanggup makanya anda yang dikasih.
maka anda jangan mengeluh.
jangan katakan yaa Allah.. kenapa saya yaa Allah...
kata Allah, why not? kamu yang bisa, yang lain tidak.
tanpa harus menuliskan status: "memang saya yang sanggup"
ooooh... Masya Allah... gag usah...
Allah itu punya sifat adil, tidak mungkin menukar sesuatu di luar kadarnya.
anda tahu cicak?
dimana keadilan Allah, menjadikan makhluk merayap makanannya terbang.
pada lagu cicak2 di dinding, cicak merayap - nyamuk datang.
jadi hukum Allah jika kita patuhi adalah nikmat kehidupan.
Bahasan nabi Yu'kub a.s kepada nabi Yusuf a.s harus ada persiapan untuk mengatasi itu semua.
Buat pemetaan-pemetaan untuk itu semua.
anda harus punya persiapan.
Al-Baqarah ayat 214 dan Ali-Imran 142
اَمْ حَسِبْتُمْ اَنْ تَدْخُلُوا الْجَنَّةَ وَلَمَّا يَأْتِكُمْ مَّثَلُ الَّذِيْنَ خَلَوْا مِنْ قَبْلِكُمْ ۗ مَسَّتْهُمُ الْبَأْسَاۤءُ وَالضَّرَّاۤءُ وَزُلْزِلُوْا حَتّٰى يَقُوْلَ الرَّسُوْلُ وَالَّذِيْنَ اٰمَنُوْا مَعَهٗ مَتٰى نَصْرُ اللّٰهِ ۗ اَلَآ اِنَّ نَصْرَ اللّٰهِ قَرِيْبٌ
Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) seperti (yang dialami) orang-orang terdahulu sebelum kamu. Mereka ditimpa kemelaratan, penderitaan, dan diguncang (dengan berbagai cobaan) sehingga Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya berkata, “Kapankah datang pertolongan Allah?” Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu dekat. (Al-Baqarah ayat 214)
أَمْ حَسِبْتُمْ أَنْ تَدْخُلُوا الْجَنَّةَ وَلَمَّا يَعْلَمِ اللّٰهُ الَّذِيْنَ جَاهَدُوْا مِنْكُمْ وَيَعْلَمَ الصّٰبِرِيْنَ
Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum nyata bagi Allah orang-orang yang berjjihad-* di antara kamu, dan belum nyata orang-orang yang sabar. (Ali-Imran 142)
Al-Baqarah ayat 214, ini ujiannya dan Ali-Imran 142 solusinya
Comments
Post a Comment