Skip to main content

Di Antara Nasehat Hasan Al-Bashri

(Dikutip dari bukunya Imam Ibnul Jauzi - 500 kisah orang shaleh penuh hikmah hal.188)

Abu Ubaidah At-Taji bercerita kepada kami, bahwa dirinya mendengar Hasan Al-Bashri bertutur sebagai berikut;
Rajin-rajinlah kalian mengilapkan hati, karena hati cepat kotor dan berkarat. Kekang dan kendalikan nafsu ini, karena ia banyak kemauan dan cenderung kepada seburuk-buruknya tujuan. Jika kalian bersikap lunak kepadanya, maka tidak akan ada yang tersisa dari amal kalian.

Berusahalah untuk sabar, kuat, tegar dan tetap istiqamah, karena hidup ini hanyalah beberapa malam yang bisa dihitung. Kalian tidak lain hanyalah sekumpulan musafir yang berhenti dan salah seorang dari kalian akan segera dipanggil, lalu dia memenuhi panggilan itu tanpa menoleh lagi. Untuk itu, kembali dan pindahklan kalian dengan membawa apa-apa yang baik yang ada di dekat kalian.

Sesungguhnya, perkara yang haq ini telah membuat manusia kepayahan dan menghalang-halangi mereka dari keinginan mereka. Sesungguhnya yang sabar meneguhi perkara yang haq ini hanyalah orang yang mengetahui keutamaannya dan mengharapkan hasil yang baik.

Sesungguhnya, barangsiapa yang memuji dunia, maka dia mencela akhirat. Sesungguhnya Allah SWT tidak memberi akhirat dengan amal dunia. Sesungguhnya, orang yang cinta dunia berada di tepi darinya.

Wahai anak Adam, ambillah dari dunia dengan perhitungan dan kehati-hatian, karena tidak ada jalan bagi kekekalan dunia, dan menghadap kepada Allah SWT merupakan sebuah keniscayaan yang tidak mungkin dihindari.

Wahai anak Adam, engkau ingin dirimu disebut dengan kebaikan-kebaikanmu dan engkau tidak ingin disebut dengan kejelekan-kejelekanmu. Engkau membenci hanya berdasarkan prasangka, namun engkau merasa yakin bahwa itu adalah sebuah kebenaran. Padahal, setiap mukmin tahu bahwa ada dua malaikat yang di beri tugas merekam dan mencatat ucapan dan perbuatannya.

Hai anak Adam, sesungguhnya engkau punya kehidupan saat ini dan kehidupan saat nanti. Jual dan tukarlah kehidupanmu saat ini dengan kehidupanmu saat nanti, maka engkau akan mendapatkan kedua-duanya. Jangan engkau menjual dan menukar kehidupanmu saat nanti dengan kehidupanmu saat ini, maka engkau akan kehilangan kedua-duanya. Tukarkan duniamu dengan akhiratmu, niscaya engkau akan mendapatkan kedua-duanya. Jangan tukarkan akhiratmu dengan duniamu, maka engkau akan kehilangan kedua-duanya.

Sesungguhnya, orang yang paling berhak terhadap Al-Qur'an ini adalah orang yang mengikutinya dengan amal nyata, meskipun dia tidak membacanya.

Umar bin Al-Khaththab r.a berkata, "Telah datang kepadaku suatu masa di mana saya pikir bahwa orang yang membaca Al-Qur'an, dia membacanya karena tulus ikhlas hanya karena Allah SWT dan mengharap apa yang ada di sisi-Nya. Akan tetapi, pada akhirnya, terbayang olehku bahwa ada orang-orang yang membaca Al-Qur'an karena manusia dan menginginkan apa yang ada di sisi mereka. Untuk itu, maka tujukanlah amal perbuatanmu hanya untuk Allah semata. Ketahuilah, bahwa dulu kami mengetahui hakekat dan jati diri kalian, karena waktu itu Nabi Muhammad SAW masih berada di tengah-tengah kita, wahyu masih turun dan Allah mengabarkan kepada kami berita-berita tentang kalian. Ketahuilah, bahwa saat ini, Nabi Muhammad telah pergi dan wahyu telah terputus. Dan sesungguhnya saya mengetahui kalian dengan apa yang akan saya katakan, yaitu barangsiapa di antara kalian yang memperlihatkan perilaku baik, maka kami menganggap dirinya baik dan kami mencintainya atas dasar itu. Sedangkan, barangsiapa memperlihatkan perilaku jelek, maka kami menganggap dirinya jelek dan kami membencinya atas dasar itu. Isi hati dan jati diri kalian adalah rahasia antara kalian dengan Tuhan kalian. Hanya kalian dan Tuhan saja yang tahu."

Wahai anak adam, perhatikan amal perbuatanmu, dalam keadaan bagaimana amalmu itu ketika engkau menemuinya kelak. Sesungguhnya, orang-orang yang bertaqwa memiliki sejumlah tanda pengenal, yaitu jujur perkataannya, menunaikan amanah, menepati janji, tidak berbesar hati, tidak sombong, silaturahim, mengasisi orang-orang lemah, memiliki jiwa sosial tinggi, berbudi pekerti luhur, dan mengikuti ilmu.

Sesungguhnya, orang Mukmin, dia adalah sosok yang santun. Jika dikasari, dia tetap santun. Dia tidak mau berbuat zhalim. Jika dizhalimi, maka dia memaafkan. Dia tidak kikir. Jika ada yang kikir terhadapnya, maka dia sabar.

Sesungguhnya, orang-orang Mukmin melihat dan memperhatikan. Lalu, setelah tahu bahwa urusan ini kelak dimintai pertanggungjawaban, maka mereka hanya mau mendapatkan harta dari jalan yang halal, makan  harta yang baik, membelanjakan dengan hemat (tidak berlebih-lebihan) dan gemar bersedekah.

Sungguh demi Allah, mereka tidak pernah menganggap banyak suatu kebaikan yang mereka kerjakan karena Allah SWT, dan mereka tidak pernah menganggap enteng suatu kejelekan yang diperintahkan oleh setan kepada mereka, sekecil apa pun itu.

Wahai anak Adam, engkau akan tetap baik-baik saja selama engkau tidak melakukan perbuatan dosa besar. Perhatikanlah dirimu, hatimu dan amal perbuatanmu.

Wahai anak Adam, janganlah engkau lebih percaya kepada apa yang ada di tanganmu daripada apa yang ada di sisi Allah. Sungguh, saya pernah hidup bersama dengan beberapa kaum, hingga saya bertemu dengan kalian. Demi Allah Yang tiada Tuhan selain Dia, mereka adalah orang-orang yang lebih zuhud terhadap  apa yang Allah halalkan buat mereka daripada kezuhudan kalian terhadap apa yang Allah haramkan atas kalian. Mereka lebih memahami agama mereka dengan hati mereka daripada pemahaman kalian terhadap sesuatu yang kalian lihat dengan penglihatan mata kalian. Mereka lebih takut amal-amal baik mereka ditolak daripada ketakutan kalian akan diadzab atas perbuatan-perbuatan jelek kalian.

Hai anak Adam, peliharalah dirimu dari apa yang Allah SWT haramkan atas engkau, niscaya engkau menjadi seorang abid. Ridha dan puaslah dengan pembagian Allah SWT, niscaya engkau menjadi orang yang kaya. Bertetanggalah engkau secara baik dengan orang-orang yang bertetangga denganmu, maka engkau menjadi orang Mukmin. Senangilah untuk orang lain apa yang engkau senangi untuk dirimu, maka engkau menjadi seorang Muslim. Kurangi tertawa, karena sesungguhnya tertawa bisa membuat hati menjadi mati.

Wahai anak Adam, jangan engkau gantungkan hatimu kepada dunia. Jika engkau gantungkan hatimu kepada dunia, maka itu berarti engkau menggantungkan hatimu kepada seburuk-buruk sesuatu yang digantungi. Potong-potonglah tali dunia dan tutuplah pintu-pintunya terhadap dirimu. Cukuplah bagimu apa yang sudah bisa membawamu sampai ke tempat tujuan. Dunia pergi, sementara amal perbuatan menjadi kalung yang melilit dileher anak cucu Adam.

Sesungguhnya Allah SWT telah memilih Nabi kalian dengan pengetahuan-Nya. Allah memilih beliau, menurunkan Kitab-Nya kepada beliau dan menjadikan beliau sebagai Rasul-Nya kepada makhluk-Nya. Kemudian, Allah menempatkan beliau di suatu posisi dari dunia yang bisa dilihat oleh penduduk bumi dan memberi beliau dari dunia dengan kadar secukupnya. Firman Allah SWT :
"Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu". (Al-Ahzab: 21)

Lalu ada orang-orang yang tidak menyukai Sunnah Nabi mereka, maka Allah menjauhkan mereka dan membinasakan mereka. Allah telah memerintahkan kita untuk mencontoh Nabi kita, berakhlak dengan akhlak beliau, dan mengikuti petunjuk beliau.

Ada orang-orang yang berkata pada masa Nabi mereka, " Sungguh demi Allah, kami benar-benar mencintai Tuhan kami." Lalu, Allah menurunkan ayat, "Katakanlah; Jika engkau (benar-benar) mencintai Allah, maka ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (Ali Imran: 31)

Mengikuti Sunnah Nabi, Allah jadikan sebagai tanda mahabbah (kecintaan) kepada-Nya. Kemudian, Allah menjadikan perbuatan sebagai bukti perkataan , apakah perbuatan seseorang konsisten dengan ucapannya ataukah tidak.

Maka, jika seorang hamba mengatakan suatu perkataan yang baik dan mengerjakan amal perbuatan yang baik, maka Allah mengangkat perkataannya itu dengan amalnya. Tetapi, jika seseorang hamba mengatakan perkataan yang baik, namun dia melakukan perbuatan yang jelek, maka Allah menolak perkataan itu dan tidak berkenan menerimanya. Dan itu terdapat dalam Kitabullah, "Kepada-Nyalah naik perkataan-perkataan yang baik dan amal yang saleh dinaikkan-Nya." (Fathir: 10)

Comments

Popular posts from this blog

Ketika Sholat Dilakukan Tanpa Hati

Ada masa dalam hidup ini ketika sholat terasa sangat berat. Bukan karena tidak tahu kewajibannya, tapi karena kosong saat melakukannya. Aku sholat dengan malas. Bahkan sering meninggalkannya. Di dalam kepala, muncul pertanyaan yang diam-diam berbahaya: "Buat apa sholat?" Pertanyaan itu tidak selalu diucapkan. Ia hadir pelan, tapi menggerogoti. Aku tahu sholat itu perintah. Aku tahu sholat itu tiang agama. Tapi mengetahui tidak selalu membuat hati bergerak. Aku sempat membeli buku. Tentang rahasia sholat Khusyuk. Tentang alasan mengapa kita harus sholat. Kubaca, kupahami, tapi tetap saja... kaki tidak melangkah, hati tidak tergerak. Sholat tetap terasa sebagai beban. Bukan kebutuhan. Sampai suatu hari, aku menonton sebuah Youtube Short Cuplikannya singkat. Mbah Moen menjelaskan tentang sujud. Beliau mengatakan sujud itu ada 8 yaitu 7 +1 yang terdiri dari 1. Kening 2 dan 3 Telapak tangan 4 dan 5 Lutut 6 dan 7 Telapak kaki Dan 8 nya Hati Di titik itu, aku menangis. Bukan karena ...

Abu Lahab akan binasa : Surat Al-lahab ayat 1-5

Surah Al-Lahab Makkiyah · 5 ayat   بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ تَبَّتْ يَدَا اَبِيْ لَهَبٍ وَّتَبَّ 1. Binasalah kedua tangan Abu Lahab dan benar-benar binasa dia. مَا اَغْنٰى عَنْهُ مَا لُهٗ وَمَا كَسَبَ 2.  Tidaklah berguna baginya hartanya dan apa yang dia usahakan. سَيَصْلٰى نَارًاذَاتَ لَهَبٍ 3.  Kelak dia akan memasuki api yang bergejolak (neraka), وَّامْرَاَتُهٗۗ حَمَّا لَةَ الْحَطَبِ 4. (begitu pula) istrinya, pembawa kayu bakar (penyebar fitnah). فِيْ جِيْدِهَا حَبْلٌ مِّنْ مَّسَدٍ 5.  Di lehernya ada tali dari sabut yang dipintal. Dari Tafsir Ath-Thabari halaman 1067 Yunus, menceritakan kepadaku, ia berkata: Ibnu Wahb mengabarkan kepada kami, ia berkata: Ibnu Zaid berbicara tentang firman Allah, "Binasalah kedua tangan Abu Lahab dan sesungguhnya dia akan binasa,"  bahwa at-tabb adalah al khusraan yaitu "kerugian".  Abu Lahab berkata kepada Nabi SAW, 'Hai Muhammad, apa yang akan diberikan kepadaku bila aku berimana kepadamua?' Beliau men...

Mengapa kita harus Sholat ??

Dalam buku Rahasia Shalat Khusyuk oleh Marfu' Muhyiddin Ilyas ada 3 jawaban untuk pertanyaan ini, yaitu : Karena Shalat sangat penting untuk kehidupan kita. Karena Shalat sangat nikmat dan indah untuk dilakukan. Karena bila ditinggalkan bahayanya teramat besar untuk kita hadapi. note: Shalat sangat penting untuk kehidupan kita Ada 10 alasan mengapa Shalat menjadi sangat penting bagi setiap muslim; Shalat adalah Rukun Islam Shalat adalah Ibadah yang Diperintahkan oleh Allah SWT secara langsung (Isra' Mi'raj) Shalat adalah Kewajiban yang paling banyak disebut di dalam Al-Qur'an Shalat adalah Faktor pembeda antara Mukmin dan Kafir Shalat adalah Ibadah yang pertama kali dihisab Shalat Wajib Dilakukan dalam keadaan apa pun sesuai ajaran Rasulullah SAW Shalat Wajib Dilakukan meskipun tidak ada alat bersuci Shalat Wajib Diperintahkan kepada anak kecil yang belum diwajibkan Shalat Shalat Merangkum seluruh Rukun Islam Shalat melibatkan seluruh anggota bad...