Skip to main content

Kisah Sahabat Rasulullah - Auf bersama anaknya Malik

Dalam salah satu peperangan Malik ikut bersama Nabi SAW untuk berperang, sebelum berperang Malik meminta ridho dari kedua orang tuanya dan diizinkan. Kedua orang tuanya berharap Malik dapat mati syahid sehingga dapat menjadi saksi untuk menolong keduanya untuk masuk surga.

Pada saat Baginda Rasulullah pulang dari peperangan, semua pasukan pulang bersama Nabi kecuali Malik. Begitu tiba di Madinah, seperti biasa Rasulullah mengecek prajurit-prajuritnya sebelum bubar. Mereka berkumpul didepan masjid lalu Nabi mengecek satu persatu, sehingga Rasulullah mengetahui siapa saja yang meninggal dunia, siapa yang sakit dan berapa orang yang terluka. Maka ditemukan satu-satunya yang tidak ada adalah Malik, maka Auf datang kepada Nabi SAW dan mengatakan :
"yaa Rasulullah, semuanya.. pasukan Anda pulang yaa Rasulullah, tinggal Malik anak saya. Beritahukan kepada saya agar saya dapat memberitahukan kepada ibunya (istri saya) tentang keadaannya, kalo mati syahid Alhamdulillah, itu yang kami harapkan. Tapi kalo Malik tidak mati syahid yaa Rasulullah, beritahukan dimana dia. Apakah dia ditawan oleh musuh, apakah dia sakit ditengah jalan".

Nabi SAW tidak langsung menjawab, beliau menunggu wahyu dari Allah SWT. Maka Rasulullah SAW bersabda :
"Hai Auf, pulanglah.. dan aku wasiatkan kepadamu, agar engkau dan istrimu mulai dari kamu pulang kerumah sampai malam nanti, mengucapkan Laa haula wala quwwata illa billah".

Auf segera pulang kerumah, dan istrinya bertanya :
"Wahai Auf, bagaimana kabarnya Malik? mati syahid kah? tertawan musuh kah? hilang dijalan kah? apa jawaban Nabi SAW".

Kata Auf :
"Nabi SAW tidak menemukan dia, tidak ada penjelasan dari wahyu apakah mati syahid, tertawan musuh atau hilang dijalan. Beliau mewasiatkan kita untuk mengucapkan Laa haula wala quwwata illa billah semampu kita".

Merekapun memulai mengamalkannya, sampai tidak makan dan tidak minum. Pada saat pertengahan malam (pukul 12 malam) Auf dan istrinya ketiduran. Sedang terlelapnya tidur Auf mendengar ada yang mengetuk pintu rumah dimalam hari, maka Auf pun berdiri dan membuka pintu. Ditemukanlah anaknya Malik di depan pintu membawa beberapa ekor kambing, maka Auf pun bertanya :
"Hai anakku, bagaimana ceritanya ?".

Kata Malik :
"Hai Ayahku, demi Allah saya ditawan oleh musuh. Dan tangan serta kaki saya di ikat dengan rantai-rantai yang besar serta mata-mata rantai yang kecil, sehingga membuat saya merasa berat, tidak bisa mengangkat tangan dan kaki serta tidak bisa menggerakkannya. Maka mereka terus menyiksaku sampai akhirnya dimalam hari. Baru saja saya berusaha untuk melepaskan diri tetapi tidak bisa, tiba-tiba saja, entah bagaimana pertolongan Allah datang, maka mata rantai itu dengan sendirinya membesar /melebar sehingga membuat saya dapat melepaskan kedua tangan saya dan melepaskan kedua kaki saya, kemudian saya pun mengambil beberapa ekor domba musuh-musuh ini yang saya niatkan sebagai harta rampasan perang, dan membuktikan bahwa saya selamat dan ini domba-domba musuh, kemudian sayapun membawa kerumah".

Kata Auf :
"Tapi anakku, jarak antara musuh dengan Madinah itu jauh. Nabi SAW dan pasukan saja jalan selama 2hari. Bagaimana kau dapat menempuhnya hanya dalam beberapa saat?".

Kata Malik :
"Demi Allah, wahai ayahku, pada saat saya sudah berniat pergi ke Madinah, seperti ada malaikat yang menebahkan sayapnya dan membawaku terbang ke Madinah bersama dengan domba-domba ini".

Maka keduanya bersuka cita pada malam itu, lalu melaporkan kepada Rasulullah pada subuh hari.
Sebelum mereka bercerita, Nabi SAW bersabda :
"Ketahuilah, terimalah kabar gembira wahai Auf dan Malik. Allah telah menurunkan Al-Qur'an berhubungan dengan urusan kalian. Perilaku mengamalkan dzikullah, dalam surat At-Taubah ayat 2 dan 3".

sumber : ceramah ustadz Khalid Basalamah
LA HAWLA WALA QUWWATA ILLA BILLAH

Read more https://banghen.com/la-hawla-wala-quwwata-illa-billah/
LA HAWLA WALA QUWWATA ILLA BILLAH

Read more https://banghen.com/la-hawla-wala-quwwata-illa-billah/

Comments

Popular posts from this blog

Ketika Sholat Dilakukan Tanpa Hati

Ada masa dalam hidup ini ketika sholat terasa sangat berat. Bukan karena tidak tahu kewajibannya, tapi karena kosong saat melakukannya. Aku sholat dengan malas. Bahkan sering meninggalkannya. Di dalam kepala, muncul pertanyaan yang diam-diam berbahaya: "Buat apa sholat?" Pertanyaan itu tidak selalu diucapkan. Ia hadir pelan, tapi menggerogoti. Aku tahu sholat itu perintah. Aku tahu sholat itu tiang agama. Tapi mengetahui tidak selalu membuat hati bergerak. Aku sempat membeli buku. Tentang rahasia sholat Khusyuk. Tentang alasan mengapa kita harus sholat. Kubaca, kupahami, tapi tetap saja... kaki tidak melangkah, hati tidak tergerak. Sholat tetap terasa sebagai beban. Bukan kebutuhan. Sampai suatu hari, aku menonton sebuah Youtube Short Cuplikannya singkat. Mbah Moen menjelaskan tentang sujud. Beliau mengatakan sujud itu ada 8 yaitu 7 +1 yang terdiri dari 1. Kening 2 dan 3 Telapak tangan 4 dan 5 Lutut 6 dan 7 Telapak kaki Dan 8 nya Hati Di titik itu, aku menangis. Bukan karena ...

Abu Lahab akan binasa : Surat Al-lahab ayat 1-5

Surah Al-Lahab Makkiyah · 5 ayat   بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ تَبَّتْ يَدَا اَبِيْ لَهَبٍ وَّتَبَّ 1. Binasalah kedua tangan Abu Lahab dan benar-benar binasa dia. مَا اَغْنٰى عَنْهُ مَا لُهٗ وَمَا كَسَبَ 2.  Tidaklah berguna baginya hartanya dan apa yang dia usahakan. سَيَصْلٰى نَارًاذَاتَ لَهَبٍ 3.  Kelak dia akan memasuki api yang bergejolak (neraka), وَّامْرَاَتُهٗۗ حَمَّا لَةَ الْحَطَبِ 4. (begitu pula) istrinya, pembawa kayu bakar (penyebar fitnah). فِيْ جِيْدِهَا حَبْلٌ مِّنْ مَّسَدٍ 5.  Di lehernya ada tali dari sabut yang dipintal. Dari Tafsir Ath-Thabari halaman 1067 Yunus, menceritakan kepadaku, ia berkata: Ibnu Wahb mengabarkan kepada kami, ia berkata: Ibnu Zaid berbicara tentang firman Allah, "Binasalah kedua tangan Abu Lahab dan sesungguhnya dia akan binasa,"  bahwa at-tabb adalah al khusraan yaitu "kerugian".  Abu Lahab berkata kepada Nabi SAW, 'Hai Muhammad, apa yang akan diberikan kepadaku bila aku berimana kepadamua?' Beliau men...

Mengapa kita harus Sholat ??

Dalam buku Rahasia Shalat Khusyuk oleh Marfu' Muhyiddin Ilyas ada 3 jawaban untuk pertanyaan ini, yaitu : Karena Shalat sangat penting untuk kehidupan kita. Karena Shalat sangat nikmat dan indah untuk dilakukan. Karena bila ditinggalkan bahayanya teramat besar untuk kita hadapi. note: Shalat sangat penting untuk kehidupan kita Ada 10 alasan mengapa Shalat menjadi sangat penting bagi setiap muslim; Shalat adalah Rukun Islam Shalat adalah Ibadah yang Diperintahkan oleh Allah SWT secara langsung (Isra' Mi'raj) Shalat adalah Kewajiban yang paling banyak disebut di dalam Al-Qur'an Shalat adalah Faktor pembeda antara Mukmin dan Kafir Shalat adalah Ibadah yang pertama kali dihisab Shalat Wajib Dilakukan dalam keadaan apa pun sesuai ajaran Rasulullah SAW Shalat Wajib Dilakukan meskipun tidak ada alat bersuci Shalat Wajib Diperintahkan kepada anak kecil yang belum diwajibkan Shalat Shalat Merangkum seluruh Rukun Islam Shalat melibatkan seluruh anggota bad...